Selasa, 25 Oktober 2011

Posisi Duduk Menentukan Prestasi



Selama ini pasti kita sering dengar orang bilang "posisi duduk menentukan prestasi", pasti ngerti dong? Bagi orang yang suka menyontek, tentu aja kata-kata ini bener banget, nyari posisi yang pas biar aksi nyonteknya lancar dan ga ketahuan dan dapet nilai bagus. Hehehe.. Tapi kata-kata ini emang bener juga loh.. Bukaan bukan buat nyontek, tapi menurut penelitian pakar psikologi posisi tempat duduk ternyata memang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar kita. Menurut yang saya baca, orang-orang sering mengalami kesulitan berkonsentrasi di sekolah atau kampus karena beberapa alasan. Banyak anak yang konsentrasinya mudah buyar karena adanya ganguan suara atau kehadiran orang lain. Ada beberapa anak yang bisa fokus duduk di dekat guru atau dosen. Adapula anak yang mudah fokus jika duduk di belakang. Cari posisi tempat duduk bagi anda yang memungkinkan untuk bisa tetap fokus dan tidak mudah terganggu oleh hal lain seperti melihat ke luar jendela.
Kontak mata juga cukup untuk mempertahankan fokus konsentrasi anak. Dengan konsentrasi yang baik, anak akan memperoleh prestasi yang baik pula. Hal ini senada dengan kata-kata yang sering dilontarkan anak-anak 'posisi menentukan prestasi'. Agar konsentrasi tidak terganggu, guru perlu menyingkirkan hal-hal yang mungkin bisa mengakibatkan gangguan konsentrasi pada siswanya. Cukup penting bagi guru untuk memberikan selingan hiburan bagi murid setelah selesai memberikan pelajaran.
Sebaiknya siswa diberi kesempatan untuk beristirahat selama beberapa waktu agar tidak jenuh. Waktu istirahat ini bisa dimanfaatkan dengan hal positif tanpa membuat suasana kelas menjadi gaduh, misalnya menggambar atau bermain tebak kata atau teka-teki.
Orang tua pun  bisa melatih konsentrasi anak sedini mungkin agar fokus di sekolah. Orang tua harus tahu apakah si anak memiliki masalah dengan teman sekelasnya yang membuat anak menjadi tidak fokus. Jika anak anda sering tidak fokus karena merasa lapar, anda berarti harus menyiapkan bekal makanan untuknya.
Anak sebaiknya memiliki jadwal menegrjakan PR yang tetap setiap malam untuk mengerjakan tugas dan belajar sendiri. Selama belajar, anak harus dihindarkan dari televisi atau musik. Orang tua harus memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar tanpa ada gangguan. Ajarkan anak untuk bisa fokus melalui teka teki dan permainan strategi. Ini jenis kegiatan yang bisa menuntut konsentrasi penuh dan bisa mengajarkan anak anda untuk fokus pada suatu subjek. Selain itu, cara ini juga bisa dipakai untuk bersenang-senang pada saat yang bersamaan. Ketrampilan ini bisa meningkatkan kemampuannya untuk mendengarkan dengan cermat dan kritis.

sumber : http://id.she.yahoo.com/posisi-menentukan-prestasi-110643426.html

Minggu, 23 Oktober 2011

Efek Krisis Yunani


Krisis Yunani kian menghawatirkan. Negara itu terancam mengalami gagal bayar. Ini karena situasi negaranya yang semakin kacau dan pemerintah negara itu kesulitan menekan defisit anggaran yang kian menghawatirkan.

Yunani bagaikan negara yang semakin suram, Negara yang sebelumnya dikenal sebagai pencetak filsuf ternama sepanjang masa ini harus mengalami kehancuran. Utang negara semakin bertambah dan terus merangkak naik mencapai 330 miliar euro (sekitar Rp2.838 triliun). Berbagai cara terus dilakukan untuk menyelamatkan negara itu dari krisis berkepanjangan seperti yang dilakukann International Monetary Fund (IMF) dan Uni Eropa senilai USD110 miliar. Namun kenyataan berkata lain bantuan ini diperkirakan tidak mampu menolong perekonomianYunani yang kian terpuruk. Sejauh ini default atas utang Yunani dikhawatirkan bisa memicu masalah perekonomian di kawasan Eropa. Apalagi berkembang pemikiran baru, krisis Yunani dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino yang bisa mengguncang sistem keuangan global seperti krisis 2008. Lebih-lebih telah diketahui bersama, upaya perbaikan perekonomian Eropa makin diperparah dengan diturunkannya peringkat utang Yunani oleh Standard and Poor’s (S&P) dari B menjadi CCC sehingga berpotensi gagal bayar pada 14 Juni lalu. Level kredit CCC hanya empat notch di atas level terendah berdasarkan pengukuran lembaga pemeringkat yang berbasis di Amerika Serikat itu. Kekhawatiran timbulnya kepanikan akan menyebarnya virus Yunani ke sejumlah negara lain, membuat lembaga pemeringkat Moody’s International Services mengeluarkan peringatan kepada negara Eropa lain, seperti Italia. Alasannya Moody’s, peringkat kredit Italia yang kini di level “Aa2” sedang dalam pengawasan dan kemungkinan bisa diturunkan di tengah tingginya risiko dan upaya pengurangan utang pemerintah. Pengawasan terhadap peringkat kredit Italia dilakukan dalam waktu 90 hari. Krisis yang terjadi di Yunani ini menimbulkan kekhawatiran untuk mata uang euro. Default utang Yunani ataupun negara euro lainnya akan memengaruhi ekonomi dunia yang juga bisa mengganggu sektor perbankan dan memicu kepanikan investor. Dalam jangka pendek ke depan ini, masih harus ditunggu hasil kebijakan PemerintahYunani. Yang pasti, belakangan ini, dampak krisis ekonomi Yunani telah merebak ke mana-mana. Walaupun secara geografis Yunani berada jauh dari Indonesia, masalah yang menimpa negara itu harus dimonitor pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan Indonesia. Langkah pemerintah mengatasi efek domino ini mendapatkan reaksi positif dari DBS Bank yang mengatakan dengan tergas bahwa krisis Yunani tidak akan membawa dampak yang signifikan kepada pasar obligasi Asia, termasuk Indonesia. Alasannya, kondisi utang di negara-negara tersebut cukup rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ternyata keputusan pemerintah untuk tidak menambah utang cukup bagus untuk memperkuat pondasi ekonomi. Saat ini, utang Indonesia semakin berkurang, sehingga beban anggaran negara dalam jangka panjang akan terus berkurang. Selain pasar obligasi, Indonesia juga relatif aman dari krisis Yunani dan krisis global. Salah satu penyebabnya adalah karena Indonesia dinilai mampu membangun pondasi ekonomi yang kuat. Ini menjadi prestasi bagi pemerintah dan tim ekonomi yang ada, karena dari beberapa krisis, seperti krisis pangan, minyak dan ekonomi global, Indonesia selalu bisa bertahan. Memang kita akui krisis moneter yang sempat menghantui negeri ini menimbulkan kesengsaraan disetiap sendi kehidupan masyarakat, keadaan tersebut menyebabkan Indonesia kian terpuruk dan ditambah semakin membengkaknya utang Indonesia serta cengraman maut IMF. Namun hal tersebut kini sudah mulai berlalu dan Indonesia saat ini sudah pulih bahkan sudah melambung tinggi. Beda dengan halnya Yunani, negara ini mengalami krisis fiskal, ditandai oleh utang pemerintahnya yang tinggi, tetapi pendapatan pemerintah untuk membayar utang tidak mencukupi. Ketidakstabilan di sebuah negara kecil di Uni Eropa berpotensi mengganggu stabilitas mata uang kawasan (euro) berhubung fundamental mata uang euro bergantung pada 16 negara anggotanya. Berbeda dengan Indonesia yang mampu mengatasi krisis dengan membangun kebersamaan dan komitmen yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan, apa lagi situasi keamanan, poliik yang relatif stabil mengakibatkan Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk menanamkan modalnya di negeri ini. Seperti kita ketahui pada 2009 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sedikit melambat, tetapi masih mampu tumbuh 4,5%. Proyeksi ekspor (terutama nonmigas) Indonesia ke Eropa memang bisa mengalami penurunan karena melemahnya permintaan. Namun bukan berarti Indonesia akan mengalami krisis seperti Negara-negara dikawasan Eropa, justru Indonesia tidak begitu tertekan dengan keadaan di Yunani dan kekhawatiran tersebut dapat dihindari.

Sumber :
http://www.inilah.com/read/detail/1642882/kepanikan-efek-krisis-yunani
http://www.tempatterindah.com/wp-content/uploads/2011/06/krisis-yunani.jpg





Tanggapan :
Seperti yang telah kita ketahui, Yunani kini berada diambang kehancuran karena utang Negaranya yang kian menumpuk dan menyebabkan krisis yang berkepanjangan yang semakin mengkhawatirkan. Intinya besar pasak dari pada tiang. Masa depan Yunani semakin suram, dan terancam mengalami gagal bayar. Pemerintah Negara itu kesulitan menekan defisit Negaranya, menyebabkan situasi Yunani semakin kacau. Utang Negara semakin bertambah dan terus merangkak naik mencapai 330 miliar euro (sekitar Rp2.838 triliun). Utangnya mencapai 142% dari GDP nya.
Akibat dari keadaan ekonomi ini dan kesulitan membayar bunga dan cicilan utang, maka peringkat negara ini menurun. Akhirnya negara ini sulit mendapatkan pinjaman. Jika ada pun bunganya sangat tinggi, dengan resiko utang nggak kembali.
Dalam keanggotaan Euro Union, Yunani hanyalah sebuah negara kecil yang menyumbangkan sekitar2,6 dari keseluruhan GDP di zona euro, namun mengapa krisis yang melanda yunani ini begitu ditakuti oleh negara lain khususnya negara-negara yang berada di zona euro? Jawabannya tidak lain adalah karena Yunani adalah salah satu anggota Euro Union yang menggunakan mata uang Euro sehingga ketika salah satu negara anggotanya mengalami krisis dapat diperkirakan negara-negara lain khususnya yang menggunakan mata uang Euro akan terkena efek dari krisis ini secara langsung sejalan dengan Domino effect Theory yang sering digunakan oleh banyak ekonom untuk menggambarkan penyebaran krisis ekonomi di seluruh dunia. Dalam keanggotaaan Euro Union (UE), Yunani sebenarnya memiliki potensi investasi yang cukup menarik bagi para investor, namun krisis yang melanda daratan Eropa belakangan ini telah menimbulkan ketidakpercayaan para investor terhadap sektor keuangan di Eropa khususnya Yunani dan hal ini tentu akan memperparah krisis di Yunani dan jika krisis ini tidak ditanggulangi maka Yunani terancam benar-benar bangkrut.
Belakangan ini orang-orang di seluruh dunia mengetahui bahwa keadaan ekonomi Yunani benar-benar lumpuh, hal ini bisa dilihat dari berbagai aksi demo dan mogok masal yang dilakukan oleh ratusan ribu pekerja dan pegawai pemerintah yang telah mengakibatkan berbagai sektor di Yunani lumpuh total, puncaknya aksi demo dan mogok masal telah menelan 3 koban jiwa yang terbunuh akibat ledakan dan kebakaran yang terjadi di Bank Marfin Athena. Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Yunani ini adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan pemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan sinering terhadap gaji pegawai negeri, menaikkan beberapa jenis pajak, memangkas upah buruh swasta sebesar  15%, birokrasi 30%, menunda dana pensiun, dan memangkas anggaran militer sebagai upaya meningkatkan cadangan devisa negaranya. WB-IMF juga menyarankan privatisasi 100% perusahaan transportasi, energi, pelabuhan, dan komunikasi, ini sangat ditentang oleh warga Yunani.
Yunani ini termasuk negara yang "manja" utang, selain itu juga Yunani dihantam krisis financial tahun 1998, yaitu penurunan pada sektor wisata dan pangan, devisa negaranya turun, serta ketergantungan pangan import. Selama ini Yunani hanya mengandalkan sektor wisata, sedangkan industri dan pangannya bergantung pada Eropa, dan Yunani nyaris tidak mempunyai sektor Riil. Inilah yang menyebabkan Yunani mengalami besar pasak dari pada tiang, karena Pendapatan Yunani saat ini sangat rendah sekali dibandingkan dengan utang-utangnya kepada Eropa. Indonesia dulu juga sempat beberapa kali mengalami krisis, seperti krisis pangan, minyak dan ekonomi global, namun Indonesia selalu dapat bertahan dan bangkit lagi, hal ini karena Indonesia mempunyai sektor Riil yang sangat kuat terutama di bidang agraris dan industri. Indonesia juga dinilai mampu membangun pondasi ekonomi yang kuat.
Sebenarnya krisis prekonomian yunani ini terlihat mirip dengan kasus bank century di Indonesia yaitu sama-sama membutuhkan dana talangan untuk bisa tetap berdiri, namun perbedaannya, Bank Century di Indonesia mulai hangat ketika dana talangan yang mancapai 6,7 triliun rupiah di korupsi dan tidak diketahui alirannya kemana, sedangkan kasus yunani mulai hangat ketika dana talangan itu belum di cairkan dan masih dipertimbangkan apakah Yunani pantas diberi dana talangan mengingat indeks korupsi yang sangat besar di Yunani, yang menimbulkan keraguan bagi Euro Union untuk mencairkan dana talangan bagi Yunani. Meskipun begitu, akhirnya EU menyadari betapa pentingnya dana talangan tersebut bagi kelangsungan prekonomian Yunani dan Eropa pada umumnya, sehingga untuk mengantisipasi krisis yang semakin meluas, EU telah mengumumkan dana bantuan berjumlah 146 milyar dolar untuk menyelamatkan perekonomian Yunani. Nilai bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi Yunani, dan juga dapat menenangkan para investor asing yang akan menanamkan sahamnya di Yunani sehingga diharapkan krisis prekonomian di EU dapat pulih secepatnya.

Macam-Macam Penalaran


Penalaran adalah proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran deduktif dan penalaran induktif.

A. Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini dimulai dari hal-hal yang berifat umum, menuju kepada hal-hal yang bersifat khusus.

Macam-macam penarikan kesimpulan secara deduktif
Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula dilakukan secara tidak langsung.
1. Menarik Simpulan secara Langsung
Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis dosebut simpulan tak langsung.
Misalnya :
  • Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)
Contoh:
Semua ikan berdarah dingin. (premis)
Sebagian yang berdarah dingin adalah ikan. (simpulan)

  • Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)
Tidak satu pun tak-P adalah S. (simpulan)
Contoh:
Semua gajah adalah berbelai. (premis)
Tidak satu pun gajah adalah takberbelai. (simpulan)
Tidak satu pun yang takberbelai adalah gajah. (simpulan)

2. Menarik Simpulan secara Tidak Langsung
Pernalaran deduksi yang berupa penarikan simpulan secara tidak langsung memrlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkjan sebuah simpulan. Premis yang pertama
adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Untuk menarik simpulan secara tidak langsung ini, kita memerlukan suatu premis (pernyataan dasar) yang bersifat pengetahuan yang semua orang sudah tahu, umpamanya setiap manusia akan mati, semua ikan berdarah dingin, semua sarjana adalah lulusan perguruan tinggi, atau semua pohon kelapa adalah serabut.

Beberapa jenis penalaran deduksi dengan penarikan secara tidak langsung sebagai berikut :
1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang bersifat umum disebur premis mayor dan peremis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.
Contoh:
Semua manusia bijaksana.
Semua polisi adalah manusia.
Jadi, semua polisi bijaksana.
Untuk menghasilakan simpulan harus ada term penengah sebagai penghubung antara premis mayor dan premis minor. Term penengah pada silogisme di atas ialah manusia. Term penengah hanya terdapat pada premis, tidak terdapat pada simpulan. Kalau term penengah tidak ada, simpulan tidak dapat diambil.
Contoh:
Semua manusia bijaksana.
Semua kera bukan manusia.
Jadi, (tidak ada simpulan)

Aturan umum silogisme kategorial adalah sebagai berikut.
  1. Silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu term mayor, term minor, dan term penengah
  2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi, yaitu mayor, premis minor, dan simpulan.
  3. Dua premis yang negative tidak dapat menghasilkan simpulan.
Contoh:
Semua semut bukan ulat.
Tidak seekor ulau pun adalah manusia.
  • Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
Contoh:
Tidak seekor gajah pun adalah singa.
Semua gajah berbelai
Jadi, tidak seekor singa pun berbelai.
  • Dari premis yang positif, akan dihasilakn simpulan yang positif.
Contoh: Silakan anda buat pernalaran itu.
  • Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh:
Sebagian orang jujur adalah petani.
Sebagian pegawai negeri adalah orang jujur.
Jadi, . . . (tidak ada simpulan)
  • Bila salah satu premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
Contoh:
Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA.
Sebagian pemuda adalah mahasiswa.
Jadi, sebagian pemuda adalah lulusan SLTA.
  • Dari premis mayor yang khusus dan premis minor yang negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh:
Beberapa manusia adalah bijaksana.
Tidak seekor binatang pun adalah manusia.
Jadi, tidak ada simpulan.

2. Silogisme hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berrproposisi
kondisional jipotesis.
Kalau premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Kalau
premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh:
Jika besi dipanaskan, besi akan memuai.
Besi dipanaskan.
Jadi, besi memuai.
Jika besi tidak dipanaskan, besi tidak akan memuai.
Besi tidak dipanaskan.
Jadi, besi tidak akan memuai

3. Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa prtoposisi alternative.
Kalau premis minornya membenarkan salah satu alternative, simpulannya akan menolak alternative yang lain.
Contoh:
Dia adalah seorang kiai atau professor.
Dia seorang kiai.
Jadi, dia buk Dia adalah seorang kiai atau professor.
Dia adalah seorang kiai atau professor.
Dia bukan seorang kiai.
Jadi, dia seorang professor.

Entimen
  1. Sebenarnya silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun dalam lisan. Akan tetapi, ada bentuk silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
Semua sarjana adalah orang cerdas.
Ali adalah seorang sarjana.
Jadi, Ali adalah orang cerdas.
Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu ”Ali adalah orang cerdas karena dia adalah
orang sarjana”. 

B. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus.

2.     Macam – Macam Penalaran Induktif
Ada 3 jenis penalaran induksi :
a.            Generalisasi
adalah proses yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapat simpulan yang bersifat umum.
Contoh :
Jika dipanaskan besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai.
Jadi, jika dipanaskan logam memuai.

b.            Analogi
Adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.
Contoh :
Rina adalah anak jurusan Akuntansi
Rina dapat menghitung laporan keuangan dengan baik
Doni adalah anak jurusan Akuntansi
Oleh sebab itu Doni dapat menghitung laporan keuangan dengan baik


c.      Hubungan Kausal
adalah penalaran yang diperoleh dari gejala yang saling berhubungan.
Contoh : Tombol ditekan akibatnya bel berbunyi

Kesimpulan :

Dari berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penalaran dalam prosesnya ada 2 macam yaitu penalaran Induksi dan penalaran Deduktif.
Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut Induksi. Dalam penalaran Induktif ini ada 3 jenis penalaran Induktif yaitu Generalisai, Analogi, dan Hubungan sebab akibat ataupun hubungan akibat–sebab.
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Prosesnya disebut Deduksi. Jenis penalaran Deduktif ini diantaranya ada Silogisme dan Entinem.
 
 
Sumber :
http://iyor.wordpress.com/2011/04/10/bahasa-indonesia-2-penalaran-deduktif/

Sabtu, 08 Oktober 2011

Welcome Back!!

Hallo semuaaa, gak terasa yah lama tak jumpa #eeaaa eh maksudnya ga terasa udah lama banget gak buka-buka blog, pas buka sekarang langsung shock pengunjung udah mencapai 3000an *pingsan*
Oke ini lebay. Harap maklum yaa, liburan kuliah kemaren  gue sibuk kerja mencari sebutir nasi segenggam berlian jd gak sempet ngurusin blog hehehe. Nah sekarang berhubung gue udah masuk kuliah lagi ini blog bakalan aktif lagi nih, kan banyak tugas-tugas yang mesti gue posting disini.. hahaha
Semester 5 ini bener-bener gak bersahabat banget deh jadwalnya, bayangin aja gue seminggu cuma dapet libur 1 hari itu pun hari selasa.. Iya sabtu-minggu gue masuk!! Males banget gak sih? Hari Minggu yang harusnya hari libur bisa nyantai, gue malah ke kampus cuma buat praktikum doang.. Weekend ku terenggut oleh praktikum. *nangis didepan kipas angin* huhuhu
Gak terasa banget sekarang gue udah semester 5, bentar lagi semester 6, bikin PI..haduuuhh belom kepikiran buat tema PI nanti, mikirinnya aja udah bikin sakit kepala. Tahun depan udah masuk tingkat akhir, skripsi, sidang, wisuda, terus lulus deh.. Semoga aja bisa lancar dan cepet lulus nanti, aamiin. pengen banget cepet-cepet lulus kuliah biar bisa kerja dapet duit banyaak hahaha.
udah dulu deh, segini dulu gue nulisnya, ini kan hari sabtu dan gue mesti mandi dan siap-siap ke kampus, menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa yang baik.. *halaah laga lu san* 
Dadaaahhhh sampai jumpa di postingan selanjutnya, jangan kangen yuaaa *ditimpuk pembaca*

APPLICATION LETTER


PREFACE

Today’s job market is very competitive. Many people want to get employed. They are competing to get a job. It isn’t surprising to know that the number of unemployment is great. It is because from year to year, the numbers of job seekers grow rapidly. What should we do if you we want to apply for a job? Realizing the competitive job market today, you need to equip yourself with adequate skill and experience. It is a must in order to be competitive in tough job market today. In applying a job, you need to follow the manner and procedure of job application. You need to make preparation by composing some supporting documents. One of important documents to apply job is application letter. If you make your application letter, there are many things that you should concern. Through this article, you will know about how to write application letter in the right manner.
The competition is started from your application letter process. There will be other job applicants who write application letter for the same position as you. That is why; you need to be able to impress the employer through your application letters. Application letters is made in order to be called for interview. Write your application letter professionally. There are three important parts of application letters. There are introductions, body, and the last part is conclusion. An ideal application letter is one page. It should be consist of 3 or 4 paragraphs of maximum. Your letter should be readable and easy to understand. You need to choose easy positive tone and avoid grammatical mistake in your application letter. In introduction part, you need to state your position that you interest in and your reason to write the application letter. You also need to state about where you get the info of the job.
After finishing dealing with the introduction part, the second part is the body. In this part, you need to explain briefly about your skill and work experience. Choose the relevant skill and experiences for the position that you apply. You can state about your education background in this part. It should be written clearly and straight forward. The last part of application letter is the conclusion. It is the part where you state your desire to be called for interview. You can request an interview call via email or phone. You can state your interest in the job again in this site. Those are some guidelines to write professional application letter.




APPLICATION LETTER

A.              What is application letter?
A letter of application, also known as a cover letter, is a document sent with your resume to provide additional information on your skills and experience. A letter of application typically provides detailed information on why are you are qualified for the job you are applying for. Effective application letters explain the reasons for your interest in the specific organization and identify your most relevant skills or experiences.
Application letter should let the employer know what position you are applying for, why the employer should select you for an interview, and how you will follow-up.

B.               How to write an effective application letter?
Before you start, read the advert closely so that you can tailor your application to the requirements of the job and research the organization: this will show prospective employers that you really are interested in them.
General points:
·            Use brief, informative sentences and short paragraphs. You don’t need to give a lot of detail. What you are aiming for is a clear and concise explanation of your suitability for the job.
·            Begin your letter or email ‘Dear Mr/Mrs/Ms xxxx’ if you know the person’s name, or ‘Dear Sir or Madam’ if you don’t know their name.
·            Avoid inappropriate language such as slang or technical jargon.
·            Check your spelling, grammar, and punctuation carefully. Some employers routinely discard job applications that contain such mistakes.
Another points:
1.       Specifically state what it is that you are applying for or interested in applying for (e.g., the position, appointment, student or other visa, extension on a deadline, loan, credit card, etc.).
2.         Identify the reason that you are applying. Be as specific as possible.
3.         Give the reasons that you feel you merit or qualify for the position or object/thing you are applying for, if applicable (e.g., your goals, experience, qualifications or accomplishments, positive traits, and so forth).
4.         Identify what you hope to accomplish by sending your letter and the action you would like the recipient to take.
5.         Indicate the date by which you would like a response to your letter or by which you would like the action to be taken.
6.         Refer to any other documents you have included with your letter, such as application or other forms, letters of recommendation, resume, examples of your work, etc.
7.         Include a request for any information you would like to be sent, if applicable.
8.         Include your contact information, such as e-mail address or phone number where you can most easily be reached and the time(s) when you available for calls, etc.
9.         Close your letter by sincerely thanking the person for his/her time or for any assistance he/she can give you.

C.              Structure of Application Letter
The general structure of the letter is given below:
Paragraph 1 It should state clearly why you are writing and where you saw the job­ advertised.
Example:
I would like to apply for the post of ... as advertised in today's issue of ..
With reference to your advertisement in ... on ..., I am writing to apply for the position of ...
Trainee Manager
I would like to apply for the above post (of Trainee Manager) as advertised ...
Paragraph 2 It should give a little information about your qualifications and experience. Make sure the information you give is relevant to the job that you are applying for.
1.      As you can see from my enclosed CV, I have worked in my present position for five years. During this time I have gained invaluable experience in ...
2.      I am currently a student at HKPU studying ........ I am due to graduate in....... Although I have been studying full time, I have had a number of summer jobs which have helped me to gain experience in ...
3.      My experience over the past two years has been at the managerial level, where I have had responsibility for ...
Paragraph 3 It should say why you believe you are suited to the job and what you can offer the company. Those currently employed can state the reason for wishing to change their present job. However, you should not sound critical of your present employer.
Example :
1.    I am currently working as a receptionist in ...The reason for my seeking a new position is that I wish to pursue a secretarial career. Unfortunately, there are no openings for advancement in my present employment.
2.    For the last two years I have been working as a receptionist in ...Unfortunately the company is moving its main offices overseas and I have therefore decided to look for a new position. I believe that the experience I have gained in ... has given me the qualities you are looking for ...
3.    I believe I would be an asset to your company. I will be able to bring with me my experience of ... which I believe would be useful in this position ...
4.     I feel that my ability to ... will help/enable me to ...
This is probably the most important paragraph of the letter. It is also the hardest part to write because you need to "sell yourself" without appearing too arrogant. However, you do need to be quite forceful and direct, showing that you possess the skills for the job you are applying for.
Paragraph 4 It should tell the reader  when you are available for an interview and how to contact you.
Example :
1.      I would like to have the opportunity to talk to you further about my application. I am available for interview at any time and I can be contacted at/on ...
2.      I am available for an interview at any time but would appreciate two days notice. I can be contacted on/at ...
I look forward to hearing from/meeting you soon.
3.      As requested in the advertisement, I enclose a copy of my resume together with a recent photograph.
4.      I look forward to meeting with you to discuss my application further. I am available ... and can be contacted on/at ...
Remember you might have to give a bit more detail than in the above examples. You can also combine the language in these examples. The Sample Letter of Application at the end of this module is developed from the Sample CV in a related module, Writing Resumes and Curricula Vitae. You may compare the two documents to see how you can select useful information from your CV and highlight it in your application letter.
Also, it is sometimes useful to gather information about the company so that you know more about its background and policies. This may help you present yourself in the best light.


Sample job applications (full blocked style)
California, September 27th, 2011         ----->   Place & date

XYZ Company
87 Delaware Road                ----->  Inside Address
Hatfield, CA 08065

Apllication for the programmer position                 ----->   Reference

Dear Sir / Madam,             ----->  Salutation
I am writing to apply for the programmer position advertised in the Times Union. As requested, I am enclosing a completed job application, my certification, my resume and three references.  -----> Opening (Paragraph 1)
With a BS degree in Computer Programming, I have a full understanding of the full life cycle of a software development project. I also have experience in learning and excelling at new technologies as needed. -----> Focus
The opportunity presented in this listing is very interesting, and I believe that my strong technical experience and education will make me a very competitive candidate for this position.     -----> Convincing Point
The key strengths that I possess for success in this position include:      ----->  Prior Experinces
  • I have successfully designed, developed, and supported live use applications
  • I strive for continued excellence
  • I provide exceptional contributions to customer service for all customers
Please see my resume for additional information on my experience.    ----->  Action
Thank you for your time and consideration. I look forward to speaking with you about this employment opportunity.           ----->  Closing

Sincerely,

Edward
26 Windmill Road                   ----->           Complimentary
Bristol
(909) 555 555


Speculative job applications
If you know that you want to work for a particular company or organization but you haven’t seen an advert for a suitable vacancy, you could submit a speculative application. This should consist of your CV/résumé, tailored to the type of job you’re interested in, together with a covering letter of application. Keep your letter short and positive: say why you are particularly interested in working for the organization in question and outline what skills, qualifications, and personal qualities you have to offer.
            If possible, address your application letter (or email) to the person in the organization who is in charge of recruiting new staff. You could find this out by phoning the organization directly or consulting its website. If you are applying by letter, rather than email, you could enclose a stamped addressed envelope to increase your chances of a response.
Addressing job application letters:
The style you choose is not important, there are many different styles of job applications and professional letters, this comes down to personal preference. However somewhere on the top, whether it is on the right or left hand sides, there should be your address and the date.  Following this, on the left hand side you should address it. Ensure you include the name of the person, their title, company name, address and any position reference number.  This is probably obvious, but ensure that you spell their name correctly, there is nothing worse than receiving a letter incorrectly addressed or misspelled.  It gives a poor first impression.
The Introductory Paragraph:
The first paragraph should simply state why you are writing to them.  If it is an advertised position, mention the position title and where it was advertised.  If you are "cold calling" a company then you should specify that you are applying for any current or future employment opportunities.
An easy way to start this paragraph is with the following statement:  " Please find enclosed my CV, which I am forwarding to you as an application for the position of......."
The main body of job application letters:
The main body of an application letter should be two to three paragraphs at the most, if it is too long it may be skipped. When I reader begins to skip text, it is hard to get them to re-focus.   Here is where you tell them what you have to offer and why they should read your CV.  This is a good time to read the job advertisement again.  In one paragraph (two at the most) you need to summarise your experience and skills, at the same time, you need to respond to the position requirements as per the advertisement.
Analyse your career and summarise it in a few sentences, highlight what you specialise in, or how many years in the industry you might have, or even the level that you have reached.  This paragraph should direct the reader to your CV and should sell you on some unique points that you might have.
A good way to start this paragraph is with a statement like this: "You will see from my enclosed CV...."  then go ahead and tell them something about your career which will immediately get their interest. 
The next part of the body of the letter should be a brief description of your personal skills.  Again read the advertisement and respond to their needs.  If they are asking for someone with good co-ordination skills, then ensure you mention something to that effect.  If it is communication or perhaps leadership skills they value, then tell them that you have these.  Use adjectives like "demonstrated ability", "well developed", "strong".
Job Application Letters Closing Paragraph:
The closing paragraph should ask for some action from the recipient.  This is where you ask for an interview.  It should also state where and how they can reach you, and it should thank the recipient for giving you the opportunity to apply.  You can include things like "should you require further information....." .
Finish the letter by adding a closing remark, either "yours sincerely", "yours faithfully' or whatever you feel comfortable with and obeying general letter writing etiquette.  Leave a few spaces for your signature and then place your full name.
Before you mail the application letter, read it over again, making sure that it is perfect.  Special attention should be placed to ensure the job application letter:
  • Is not too long.
  • Has no grammar or spelling errors.
  • Answers the job requirements.
  • Flows and is easy to read.
  • Is easy to load into recruitment software.
You might have to type and edit the letter many times before you are happy with it, but just remember that the job application letter is just as important as the CV itself.  The letter should invite the recipient to read the resume, in turn the resume should raise enough interest for them to want to interview you.  The Interview is where you will demonstrate your skills and abilities.


REFERENCE